Sabtu, 31 Mei 2014

Analisis Film (se7en)

Sinopsis: William Somerset (Morgan Freeman), seorang spesialis kasus pembunuhan  yang akan pensiun satu minggu lagi. Wajah Somerset terlihat lelah. Tapi Somerset harus menunggu pensiun untuk satu kasus terakhir, dimana ia bekerja sama dengan jagoan muda David Mills (Brad Pitt), detektif yang akan menggantikan Somersat. Mills berbicara dengan istrinya, Tracy (Gwyneth Paltrow), untuk pindah ke kota besar sehingga ia dapat menangani kasus-kasus penting, tetapi kasus ini dimana merupakan kasus pertama bagi Mills dan yang terakhir bagi Somerset  bukanlah kasus biasa. Pembunuhan berantai yang mengerikan, dimana korban dipilih untuk mewakili tujuh dosa yang mematikan. Pertama, seorang pria gemuk yang dipaksa untuk makan sampai pecah perutnya untuk mewakili kerakusan, dan yang kedua seorang pengacara kaya dibuat untuk memotong setengah kilogram daging sebagai penebusan dosa untuk keserakahan. Somerset awalnya menolak mengambil alih kasus ini, karena menyadari bahwa akan ada lima pembunuhan lagi, khotbah mengerikan tentang Nafsu,Kemalasan, Kesombongan, Amarah, dan Iri hati yang disampaikan oleh "orang gila" kepada dunia yang berdosa. Namun sesuatu dalam dirinya tidak bisa membiarkan begitu saja kasus ini, bersama Mills, Somerset menghadapi kasus yang sangat mengerikan ini.


Definisi Psikopat: Seseorang yang dapat memutarbalikan/ menyembunyikan fakta, alibi dan tidak mempunyai rasa bersalah/ malu atau tidak mempunyai penyesalan sama sekali atas perilaku merugikan yang dilakukan oleh dirinya, terkesan cerdik, smart(pintar), pandai mengelak, manipulatif dan jago beragumentasi melalui artikulasi berbahasa saat melakukan suatu kejahatan yang sempurna dalam bentuk pembunuhan fisik atau psikologis.

Ciri-ciri Psikopat:
  1. Persuasif dan memesona di luar.
  2. Menghargai diri yang berlebihan.
  3. Butuh stimulasi atau gampang bosan.
  4. Pembohong yang patologis.
  5. Menipu dan Manipulatif.
  6. Kurang rasa bersalah dan dosa.
  7. Emosi dangkal.
  8. Kasar dan Kurang empati.
  9. Hidup seperti parasit.
  10. Buruknya pengendalian perilaku.
  11. Longgarnya perilaku seksual.
  12. Masalah perilaku dini(sebelum usia 13 tahun).
  13. Tidak punya tujuan jangka panjang yang realistis.
  14. Impulsif.
  15. Tidak bertanggung jawab atas kewajiban.
  16. Tidak bertanggung jawab atas tindakan sendiri.
  17. Pernikahan jangka pendek yang berulang.
  18. Kenakalan remaja.
  19. Melanggar norma.
  20. Keragaman kriminal.
Analisis: John Doe divonis sebagai seorang psikopat setelah melakukan pembunuhan berantai terhadap 6 orang. Dalam pembunuhan yang dilakukan oleh John Doe selalu meninggalkan pesan yang mengandung misteri diantaranya: Gluttony, Greed, Sloth, Envy, Wrath, Pride, Lust. Ciri-ciri yang terlihat dari John Doe di film seperti:
  1. Melakukan tindakan kriminal hingga menewaskan 6 korban
  2. Tidak memiliki rasa bersalah dan dosa dengan cara melakukan pembunuhan berantai.
  3. Tidak memiliki tujuan jangka panjang yang realistis: membunuh untuk memberi contoh kepada orang lain untuk mengurangi orang-orang yang berdosa di dunia.
  4. Kasar dan kurang empati terlihat dari cara pembunuhannya yang bersifat sadis dan terkesan arogan.
  5. Menghargai diri secara berlebihan, dia tidak mengakui bahwa dirinya bersalah telah melakukan pembunuhan berantai.
  6. Buruknya pengendalian perilaku dengan melampiaskan amarah emosinya melalui pembunuhan yang dilakukan.
  7. Menipu dan manipulatif saat membuat David Mills mengikuti kemauannya untuk membunuh dirinya agar menuntaskan misinya.
  8. Memesona di luar, orang yang tidak mengetahui karakter asli John Doe berfikir seolah ia baik seperti yang dikatakan olehpencetak foto.
  9. Melanggar norma  dengan caranya melakukan pembunuhan.

Minggu, 04 Mei 2014

Personality

Personality, sudah bukan merupakan kata yang asing bagi mahasiswa Psikologi khususnya, tapi hanya segelintir yang dapat memahami kata tersebut. Personality, berasal dari bahasa Latin, yaitu "Persona" artinya "Topeng". Topeng sering kali dipakai dalam pementasan teater untuk menunjukkan karakter tokoh yang dimainkan. Personality(Kepribadian) sebuah konsep kata yang sukar dimengerti dalam psikologi, meskipun istilah ini sering digunakan setiap hari. Bukan saja di kalangan Psikologi, tetapi pada juga pada kalangan awam. Dalam Psikologi ada banyak tokoh, salah satunya Gordon W. Allport tokoh Psikologi Kepribadian. Definisi Kepribadian menurut Gordon W. Allport adalah "Organisasi dinamis dalam diri individu yang terdiri dari sistem-sistem psiko-fisik yang menentukan cara penyesuaian diri yang unik(khusus) dari individu tersebut terhadap lingkungannya".
Kata kunci dari definisi Allport di atas adalah;
  1. Sistem Psikis(Pikiran, Perasaan, Motivasi, Minat, dan sebagainya) dan Sistem Fisik(Tinggi Badan, Warna Kulit, Sistem Syaraf, Pencernaan, Kacamata, Jerawat, Gemuk/Kurus, dan lain-lain).
  2. Organisasi dinamis yang menggabungkan semua sistem psiko-fisik tadi dalam suatu proses kerja yang kait-mengait dan terus berubah dari waktu ke waktu sebagai upaya.
  3. Penyesuaian diri individu tersebut terhadap lingkungannya.
  4. Secara unik(Khas, tidak sam dengan individu lainnya).
Pengalaman-pengalaman umum maupun khusus memberi pengaruh yang berbeda-beda pada masing-masing individu. Individu itu pun merencanakan pengalaman-pengalaman tersebut secara berbeda-beda pula, sampai akhirnya ia membentuk dalam dirinya suatu kepribadian yang tetap(permanen).
Kepribadian seseorang diekspresikan kedalam beberapa karakteristik, sehingga dengan memahami karakteristik-karakteristik tersebut, kita dapat mengerti pula kepribadian orang yang bersangkutan. Seperti;
  1. Penampilan Fisik.
  2. Temperamen.
  3. Kecerdasan dan Kemampuan.
  4. Arah minat dan Pandangan menegenai nilai-nilai.
  5. Sikap Sosial.
  6. Kecenderungan dalam motivasi.
  7. Cara pembawaan diri.
  8. Kecenderungan Patologis.
Sekalipun kepribadian itu unik, yaitu berbeda pada tiap-tiap orang, tetapi ada pakar psikologi yang tetap berusaha menggolongkan Kepribadian dalam beberapa jenis. Penggolongan menurut Ernst Kretschmer didasari pada ciri-ciri fisik dan berorientasi pada penyakit-penyakit kejiwaan. Ada tiga macam tipe, yaitu:
  1. Tipe Asthenis: Bertubuh kurus, Jangkung, mempunyai temperamen yang mirip dengan penderita Skizofrenia.
  2. Tipe Atletis: Betubuh tegap, seperti olahragawan, mempunyai temperamen yang mirip dengan penderita Epilepsi.
  3. Tipe Piknis: Gemuk, pendek, bertemperamen mirip dengan penderita manis-dpresif.
Penggolongan Yunani Kuno menurut Hipokrates:
  1. Tipe Snguinis: Sangat periang, dipengaruhi sebagaian besar oleh darah.
  2. Tipe Phlegmatik: Lamban, tak bersemangat, yang paling berpengaruh pada kelenjar ludah.
  3. Tipe Melankolik: Sedih, murung, banyak dipengaruhi oleh empedu hitam.
  4. Tipe Kholerik: Pemarah, cepat bereaksi, banyak dipengaruhin oleh empedu kuning.

 Tipologi yang lebih modern, dilakukan oleh Carl Gustav Jung, yang mendasarkan penggolongannya pada prilaku atau karakteristik psikologis saja, yaitu:
  1. Tipe Introvert: Kepribadian yang cenderung untuk menarik diri dan menyendiri, terutama dalam kondisi emosional, sedang menghadapi masalah atau konflik.
  2. Tipe Ekstrovert: Individu dalam keadaan tertekan justru akan menggabungkan diri dengan orang banyak sehingga bebannya berkurang.
  3. Tipe Ambivert: Individu yang tidak termasuk Introvert maupun Ekstrovet.

Macam-macam Alat Tes Kepribadian:

  • Tes Proyeksi
Pengungkapan aspek psikologis manusia dengan menggunakan alat proyeksi. Tes ini berdasar pada eksternalisasi aspek-aspek psikis terutama aspek-aspek ketidaksadaran ke dalam suatu stimulasi/rangsangan yang kurang atau tidak berstruktur yang sifatnya ambigious agar dapat memancing berbagai alternatif jawaban tanpa dibatasi apapun.

Macam-macam Tes Proyeksi
a. Associative Techniques(Subjek menjawab stimulus dengan perkataan, image, atau ide-ide yang pertama kali muncul).
b. Construction Procedures(Subjek mengkontruksi atau membuat suatu produk).
c. Completion Task(Melengkapi kalimat atau cerita yang sudah disediakan sebelumnya),
d. Choice or Ordering Devices(Mengatur kembali gambar, mencatat referensi).
e. Expresive Methods(Gambar, cara menyelesaikan sesuatu dievaluasi).

Fungsi
Untuk mengungkap keadaan psikologis bawah sadar manusia yang selama ini di repres ke alam bawah sadar.

Kelebihan
-Dapat mengungkap hal-hal dibawah sadar untuk keperluan klinis
-Dapat menurunkan ketegangan
-Bersifat ekonomis

Kekurangan
-Validitas dan Reabilitasnya rendah
-Tester harus memiliki keterampilan yang khusus untuk dapat menggunakan tes ini dalam kaitannya    dengan ketepatan melakukan diagnosa.

  • Inventori
Tes yang menggambarkan karakteristik individu dengan tujuan agar individu dapat mengenal dan memahami dirinya sendiri dengan gambaran atau penjelasan yang objektif dan terukur.

Macam-macam tes inventori
MMPI(Minnesota Personality Inventory)
CPI(California Psychological Inventory)
PIC(Personality Inventory for Children)
MCMI(Millon Clinical Multiaxial Inventory)
16 PF(Sixteen Personality Factor Quesionnaire)
EPPS(Edward Perssonal Preference Schedule)
PRF(Personality Research Form)
Jackson Personality Inventory
TAT(Thematic Apperception Test)

Kelemahan
-Itemnya ambigu dan perintah tidak jelas
-Subjek ingin menunjukan kesan-kesan tertentu kepada penguji
-Kesukaran semantik, Penafsiran yang berbeda
-Sikap subjek yang kooperatif/defensif
-Faking atau tidak jujur
-Acquiscence; bila item yang dibuat lebih megarah ke jawaban-jawaban tertentu

  • MBTI
Dirancang untuk menolong anda untuk memahami dengan lebih baik minat dan gaya pengambilan keputusan anda.

Fungsi
Membantu untuk mengenali rangkaian pilihan atau preferensi anda.

Tes MBTI
Menentutkan individu Ekstrovet atau Introvet.




Sumber:
Pengantar Psikologi Umum, Sarlito W. Sarwono
http://www.psychologymania.com/2011/07/tes-proyeksi-latar-belakang-klasifikasi.html
http://www.slideshare.net/fcrusoedefoe/tes-kepribadian-28655820
http://ekoapriantonosby.blogspot.com/2009/02/alat-tes-mbti.html

Pembahasan UTS Psikodiagnostik 1

Psikodiagnostik --> Cara untuk mendiagnosa, mencari masalah dan menyelesaikan masalah dengan treatmen-treatmen yang tepat. Psikodiaknostik sendiri sangat berperan penting dalam psikologi, dan memilki hubungan yang saling berkaitan dengan ilmu psikologi dan cabang-cabang ilmu pskologi sendiri, seperti; Ilmu Statistik, Metodologi Penelitian, dan Psikometri. Psikodiagnostik tidak ada sangkut pautnya dengan kedokteran, karena kedokteran mempelajari tentang fisik sedangkan Psikodiagnostik cara mendiagnostik dari tingkah laku individu. Psikodiagnostik sendiri memiliki manfaat, yakni; Klasifikasi(mampu menganalisa aspek-aspek suatu masalah); Diskripsi(mampu menggambarkan aspek-aspek suatu masalah); Predict(mampu memprediksi aspek-aspek suatu masalah).

Beberapa tes yang berhubungan dengan Psikodiagnostik:
  • Tes Mental Ability--> Untuk menyelesaikan masalah, berfikir, dan bernalar.
  • Tes Mental--> Seberapa baik seseorang bisa menggunakan kemampuan yang dimilikinya.
Aptitude: Kemampuan tertentu yang dapat menghasilkan keterampilan dari individu itu sendiri(bakat yang dimiliki seseorang).
Atitude: Tingkah laku individu.
Personality: organisasi dinamis dalam dir individu yang terdiri dari sistem-sistem psiko-fisik yang menentukan cara penyesuaian diri yang unik(khusus) dari individu tersebut terhadap lingkungannya.
Validitas: Dapat mengukur apa yang diukur.
Reliabilitas: Dapat diujikan kembali.
Norma: Bagaimana membandingkan kelompok 1 dan kelompok lain.

Sikap bukan merupakan tingkah laku, namun sikap gabungan pengalaman+value.
Perilaku yang dilakukan terus-menerus akan membentuk suatu Habit, Habit membentuk Trait, dan Trait membentuk Tipe.

Sumber: Diskusi Pembahasan UTS Psikodiagnostik 1, 29 April 2014, di Ruang 408, Pukul 13.00 - 14.30 WIB.