Berawal dari sebuah tempat tongkrongan tempat anak-anak pecundang berkumpul. Tempat sederhana beralaskan sekumpulan batu koral dan di selimuti beberapa pohon, banyak cerita yang terukir disana. senda gurau, celotehan masih banyak lagi tak mungkin ku ceritakan semua-nya.
***
Ketika matahari mulai letih menemani hari, dan ketika itu juga terlihat dari sudut sempit mata ku melihat seorang wanita yang baru aku lihat. Tak tau namanya dan dari mana dia. Biarkan saja, bukan urusan ku juga. Lebih baik fokus berbincang dengan anak-anak tongkrongan. Saking asik-nya ngobrol, tak sadar kalau bulan sudah mengintip dari atas sana. Waktu alam memberi isarat untuk bergegas pulang dan melanjutkan hari esok.
Hari demi hari terlewati, entah kebetulan atau tidak sering ku lihat wanita itu. Aku tetap menghiraukan-nya, biarkan dia dengan urusan-nya sendiri. Sementara aku menyibukkan diri dengan cara ku sendiri mungkin lebih mengasikkan.
Tak di duga banyak yang tau tentang dia dan tak sedikit pula yang ingin berkenalan dengan dia. Biarkan saja mungkin mereka hanya ingin mencari perhatian atau mungkin. . . Yah entah apalah itu. banyak yang bilang dia cantik, sporty, cakep, manis. Tapi aku tak sependapat dengan mereka semua. Biarkan argumen ku tak mempengaruhi hidup ku. Bisa di kata kan begitu lah.
"Sebenarnya aku ingin mengenalnya. Tapi aku tidak mau. Entah kenapa. Mungkin belum saatnya".
Tapi kalau aku mengenal-nya, untuk apa? Aku juga tak tahu. Apa aku ingin menjadi teman-nya. Sahabat atau mungkin pacarnya. Belum tentu juga. Biarkan saja dulu masih banyak disana yang ingin berkenalan dengan-nya. Aku belum ingin berkenalan dengan-nya. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar