Sabtu, 05 April 2014

Psikodiagnostik #6

Tes untuk Populasi Khusus

Tes-tes ini dikembangkan, terutama untuk digunakan pada orang-orang yang tidak bisa diuji dengan cara biasa atau secar memadai dengan intrumen tradisional, misalnya skala-skala individual atau tes-tes kelompok khusus. secara historis, jenis-jenis tes yang disurvei pada bab ini disebut sebagai Tes Kinerja, Tes Nonbahasa, dan Tes Nonverbal.
  • Tes Kinerja--> melibatkan manipulasi objek dengan penggunaan minimal kertas dan pensil.
  • Tes Nonbahasa--> tidak membutuhkan bahasa pada pihak penguji.
  • Tes Nonverbal--> kebanyakan, tes untuk sekolah dasar dan anak-anak pra sekolah masuk dalam kategori ini, demikian pula tes untuk buta huruf dan non pembaca pada tingkat usia mana pun.
Pengetesan Bayi dan Anak-anak Prasekolah

Latar Belakang: Salah satu dari usaha sistematik paling awal untuk memahami perkembangan anak-anak bayi normal dan rasekolah dibuat dalam rangkaian studi Longitudinal oleh Arnold Gesell dan rekan-rekannya di Yale (Ames, 1989).

Tes-tes yang di bakukan untuk perkembangan masa kanak-kanak awal. 

Skala-skala Bayley untuk perkembangan bayi. Tes yang tersusun dengan amat baik untuk tingkat usia paling dini. Dengan memasukkan sejumlah soal dari jadwal gesell dan tes-tes bayi dan anak prasekolah lainnya, skala-skala ini-- yang aslinya diterbitkan pada tahun 1969, mewakili produk akhir dari bertahun-tahun penelitian oleh Bayley dan rekan-rekan kerjanya. Skala Bayley II memberikan tiga alat komplementer untuk menilai status perkembangan anak di antara umur 1 bulan dan 3 1/2tahun: Mental Scale, Motor Scale, dan Behavior Rating Scale.
  • Scala Mental--> Mengambil sampel, misalnya ketajaman sensorik dan perseptual, memori, proses belajar, pemecahan masalah, vokalisasi, permulaan verbal, dan pemikiran abstrak yang mendasar.
  • Skala Motor--> Melakukan pengukuran kemampuan motorik yang besar , misalnya duduk, berdiri, berjalan, dan menaiki tangga, seperti halnya juga keterampilan manipulasi tangan dan jari; soal-soal yang menilai integrasi sensorik dan perseptual-motorik juga termasuk disini.
  • Skala Peringkat--> Perilaku dirancang untuk menaksir berbagai aspek perkembangan kepribadian, seperti perilaku emosional dan sosialm rentang dan pembangkitan perhatian, ketentuan, dan keterarahan pada sasaran.

Skala-skala McCarthy untuk Kemampuan Anak-anak. Pada tingkat prasekolah, instrumen yang tersusun dengan baik adalah McCharty Scales of Children's Abilities(MSCA--McCarthy, 1972), yang sesuai bagi anak-anak berumur 2 1/2 dan 8 1/2 tahun. Skala ini terdiri dari 18 tes, memberi penguji banyak peluang untuk mengamati pendekatan seorang anak  terhadap berbagai masalah dan stimuli. Tes-tes ini dikelompokkan ke dalam enam skala yang tumpang-tindih: Verbal, Kinerja-Perseptual, Kuantitatif, Kognitif Umum, Memori , dan Motor.

Skala-skala Piagetian. Perkembangan teori-teori Jean Piaget yang sejauh ini diterapkan kebanyakan dalam masa kanak-kanak awal. Semua skala seperti ini ada dalam bentuk eksperimental; beberapa tersedia komersal. Kebanyakan telah dikembangkan untuk digunakan dalam progam riset peneliti itu sendiri, meskipun sejumlah skala ini tersedia bagi peneliti-peneliti lainnya. Tugas-tugas Piagetian berfokus pada perkembangan jangka panjang dari konsep -konsep tertentu atau skemata kognitif dan bukan pada sifat yang luas. Objek utama dari skala-skala Piagetian adalah mendapatkan penjelasan anak untuk peristiwa yang diamati dan alasan-alasan yang mendasari penjelasannya. Cara ini juga menarik perhatian para pendidik karena memungkinkan integrasi antara pengetesan dan pengajaran. Tes itu sendiri bisa di klasifikasikan  ke dalam dua kategori:
  1. Skala-skala Ordinal untuk bayi.
  2. Tugas-tugas yang dirancang untuk menilai pencapaian tahap-tahap pra operasional, konkret operasional, dan formal operasional.
Ordinal Scales of Psychological Development dipersiapkan oleh Uzgiris dan Hunt (1975) dan juga dikenal sebagi Infan Psychological Development Scale. Rangkaian ini mencakup enam skala, yang dinamakan sebagi berikut:
  1. Permanensi Objek.
  2. Perkembangan Saran.
  3. Imitasi.
  4. Kausalitas Operational.
  5. Hubungan-hubungan Objek dalam Ruangan.
  6. Perkembangan Skemata.
 Penaksiran Komprehensif atas orang-orang yang Terbelakang Mental.
Menyusul berlakunya Education for All Handicapped Children Act of 1975 (P.L. 94-142)-- sekarang diubah menjadi Individuals with Disabilities Education Act (IDEA)-- dan status yang terkait. Implementasi peraturan ini membutuhkan empat prosedur dasar:
  1. Semua anak penyadang cacat harus diidentifikasi melalui instrumen penyaringan pendahuluan.
  2. Anak-anak yang diidentifikasi harus dievaluasi oleh sebuah tim spesialis untuk menentukan kebutuhan pendidikan tiap anak.
  3. Sekolah harus mengembangkan progam pendidikan yang sesuai dengan masing-masing individu untuk memenuhi kebutuhan ini.
  4. Tiap anak harus dievaluasi -ulang secara periodik sepanjang progam itu.
Mengetes Penyandang Cacat Jasmani

Kerusakan Pendengaran. Pengetesan anak-anak TunaRungu  adalah sasaran primer dalam pengembangan skala kinerja paling awal, seperti Pintner-Patterson Performance Scale dan Arthur Performance Sacale.

Kerusakan Penglihatan. Tes-tes lisan bisa dengan mudah digunakan untuk Tunanetra, tetapi tes-tes kinerja tampaknya paling tidak mungkin untuk diterapkan. di samping presentasi lisan yang biasa oleh penguji, teknik-teknik pengetesan lain yang sesuai telah digunakan , misalnya dengan tape recorder. Sejumlah tes seperti Collage Board Scholastic Assessment Test (SAT) juga tersedia dalam format tipe besar atau huruf braille.

Kerusakan Motorik. Orang-orang dengan ketidakmampuan ortopedis bisa memiliki gangguan motorik yang parah sehingga tidak memungkinkan respons lisan ataupun tertulis. 

Pengetesan Multikultural

Mengetes orang dengan latar belakang kultural yang amat berbeda semakin mendapatkan perhatan sejak pertengahan abad ini. Tes-tes diperlukan untuk permanfaatan sumber daya manusia secara maksimum di negara-negara sedang berkembang pada banyak bagian dunia ini. Fasilitas pendidikan yang berkembang cepat di negara-negara ini membutuhkan pengetesan untuk penerimaan ataupun konseling individu.

Instrumen Tradisional yang Khas. Leither International Performance Scale-Revised (Roid & Miller, 1997) adalah tes kinerja yang diselenggarakan secara individual, yang pertama kali diterbtkan pada tahun 1940. Skala Leither dirancang untuk mencakup rentang fungsi yang luas, sama dengan yang ditemukan pada skala-skala verbal. Cakupan ini diperluas dan sekarang meliputi empat domain , yaitu: Penalaran, Visualisasi, Perhatian dan Memori.

Pendekatan pada Pengetesan Lintas-Budaya. Secara teoritis, kita bisa mengidentifikasi tiga pendekatan pada perkembangan tes untuk orang yang dibesarkan dalam budaya atau subkultur yang berbeda , meskipun dalam praktik, sejumlah segi dati tiga pendekatan itu bisa saja dipadukan.Pertama, menyangkut pilihan soal yang umum bagi banyak budaya yang berbeda dan validasi tes yang dhasilkan menurut kriteria lokal dalam banyak budaya yang berbeda. Kedua, mengembangkan tes dalam satu budaya dan menjalankan untuk orang dengan latar budaya yang berbeda. Ketiga, berbagai tes yang berbeda (adaptasi subtansional tes-tes yang ada) bisa dikembangkan ditiap budaya, divalidasikan menurut kriteria lokal dan digunakan hanya dalam budaya sosial.

Penilaian atas Lingkungan. Meskipun pengujian atas tes-tes lintas-budaya tradisional merupakan minat historis dan karenanya memeperkuat pemahaman tentang asal mula dan hakikat tes-tes dewasa ini, kontak yang semakin cepat dengan budaya -budaya lain secara radikal mengubah kebutuhan akan tes-tes semacam itu.


Tes Psikologi Edisi ketujuh ANNE ANASTASI & SUSANA URBINA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar