Minggu, 16 Maret 2014

konsep dasar tes psikologi #3



Di Indonesia testing belum merupakan gerakan nasional, testing sebagai suatu gerakan nasional di contohkan dengan baik di Amerika Serikat. Di Amerika gerakan testing psikologis berkembang sejak awal abad 19, karena kebutuhan untuk adanya instrument pengukuran kemampuan orang sebagai akibat dari perkembangan industry.  Dunia industry dan duna usaha membutuhkan tenaga terampil dengan bakat dan kemampuan yang cocok untuk menjalankan mesin-mesin dan melakukan pekerjaan-pekerjaan usah modern demi efisiensi dan produktivitas.perang dunia I juga memerlukan  tenaga militer dengan kemampuan  yang di identifikasi secara cepat untuk di tempatkan atau menjadi bagian tenaga di bagian-bagian yang ada seperti artileri, infantry, penerbang, nahkoda, dan sebagainya.
Usaha pengukuran mental di mulai dengan rintisan oleh A.Binet, seoang dokter perancis dalam tahun 1890, yang tertarik untuk meneliti anak-anak yang pintar dan yang tidak. Usahanya bersama simon, juga dari perancis, membuat tes inteligensi Binet-Simon. Usaha tersebeut kemudian diteruskan  di Amerika Serikat oleh L.M. Terman dari Universitas Stanford yang bersama M.A Merril bertujuan merevisi dan menyempurnakan tes buatan Binet. Hasilnya adalah hasil tes kecerdasan Standford-Binet pada tahun 1937 dengan penyempurnaan yang penting, yaitu mulai di gunakannya ukuran berupa kuosien kecerdasan (Intelligence Quotient). Sejak itu, usaha-usaha penyusunan tes meluas dan maju pesat  mencakup bidang-bidang kepribadian yang luas untuk berbagai penggunanan dan dengan menggunakan teknologi yang makin canggih. Bidang penggunanan tes meluas  tetapi sebagaimana bisa duga pendidikan untuk pertahanan nasional(National Defense Education Act) dalam tahun 1958 di picu oleh peluncuran Sputnik, satelit pertama dalam tahun 1957 oleh Rusia( Uni Soviet waktu itu).
Tes-tes psikologi merupakan alat. Untuk mendapatkan manfaat yang dapat di berikan oleh tes, seseorang perlu terus menerus tentang hal ini. Alat apapun  dapat menjadi instrument untuk melakukan hal yang baik atau buruk.


                Tes psikologi
Pada dasarnya adalah alat ukur yang objektif dan di bakukan atas sampel perilaku tertentu. Tes psikologi sama dengan tes ilmu-ilmu pada umumnya. Dalam hal ini psikolog bekerja dengan cara yang sama seperti ahli biokimia, yang melakukan tes darah pasien atau suplaiair masyarakat dengan menganalisis satu sampel atau lebih dari situ. 

                Standarisasi
Standarisasi menyiratkan keragaman cara penyelenggaraan dan penskoran tes. jika skor yang di peroleh berbagai macam orang harus bisa dibandingkan, kondisi-kondisi tes jelas harus sama bagi semua.

                Pengukuran kesulitan yang objektif
Penyelenggaraan, penilaian, dan interpretasi skor adalah objektif sejauh skor-skor tak tergantung pada penilaian subjektif penguju tertentu.

                Keandalan
Evaluasi objektif atas tes-tes psikologi, terutama mencakup keandalan dan validitas tes dalam situasi-situasi khusus.

                Validitas
Sejauh mana tes itu berhasil mengukur apa yang memang hendak di ukurnya. Validitas memberikan  pemerikasaan langsung pada sejauhtes tertentu memenuhi fungsinya.

                Diskriminatif
Dalam hal ini berkaitan gejala yang dapat di ungkap dari pengukuran. Test haruslah dapat mengungkapkan perbedaan-perbedaan antar individu.

                Komprehensif
Menyeluruh, artinya tes tersebut harus dapat menungkap banyak hal.

                Mudah untuk di pergunakan
Syarat ini bukanlah syarat mutlak harus ada. Tetapi, akan lebih baik jika ada karena tester akan lebih mudah melaksanakan tes beserta menginterpretasi hasil dengan optimal.

                Reliabilitas
Syarat lain yang hukumnya wajib ada dalam sebuah alat tes. Sebab tes yang reliable artinya tes tersebut memiliki keajegan dalam mengukur sesuatu.

                Jenis tes Psikologi dan Fungsinya

Test WAIS (Weschelr Intelegence Scale for Children)
Tes yang digunakan untuk mengukur inteligensi seseorang dengan rentang usia 16-74 tahun. Dalam tes ini, gejala lain yang dapat di ungkap yaitu adanya mental deterioration (DM) dimana orang mengalami penurunan perkembangan mental.
Test  CFIT (Culture Fair Intelegence Test)
Sama dengan tes WAIS, tes CFIT digunakan untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang. Termasuk juga untuk membedakan tingkat inteligensi, penetuan terapi yang benar bagi serta progam pendidikan seperti anak dan hala-hal kepegawaian.
Test DAT (Differential Aptitide Test)
Merupakan tes untuk mengukur bakat seseorang, test DAT dapat membantu seseorang untuk memubuat keputusan-keputusan terhadap rencana-rencana kerja maupun sekolah. Selain itu, tes ini juga bisa untuk mendiagnosa masalah-masalah pendidikan pada anak.
Test Kuder Preferece Record Vocational
Tes ini digunakan untuk mengukur minat seseorang sehingga bisa tentukan kualifikasi  jabatan yang sesuai dengan minat. Dalam hal ini, yang benar-benar di ukur hanya minat sehingga mengesampingkan factor kognitif.
Test Lee-Thorpe
Merupakan tes yang di gunakan untuk membantu individu dalam inventori  jabatannya. Jika seseorang sudah menemukan minat jabatan yang sesuai dengan kemampuannya. Maka akan lebih mudah dalam pekerjaannya.
Test EPPS (Edward Personality Preference Schedule)
Merupakan tes untuk mengukur kepribaian seseorang. Dalam tes ini, seseorang diberi sajian 225 item pernyataan dimana di dalamnya sudah termasuk aspek-aspek yang di ukur.
Test 16 PF (Sixten Personality Factor Questionare)
Salah satu tes yang digunakan untuk mengukur kepribadian seseorang. Tes ini di rancang untuk teste dengan usia 16 tahun ke atas. Tes ini termasuk tes yang sifatnya culture fair atau tidak dipengaruhi  oleh suatu budaya sebab materi  tes universal. Di sebut 16 PF karena, terdapat 16 faktor kepribadian kelompok besar aspek-aspek kepribadian.
Test Standford Binet
Merupakan tes inteligensi yang sasaran utamanya adalah anak-anak dan baita. Dengan tes ini dapat diketahui usia mental seseorang, termasuk juga indikasi kelainan mental dari tingkat IQ yang rendah. Dan bisa di pergunakan untuk mengetahui tingkat kemunduran mental yang di alami orang dewasa.

Tes Psikologi, Edisi ketujuh, ANNE ANASTASI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar