Psikodiagnostik berasal dari dua suku kata yang berbeda,
yakni psikologi dan diagnostik. Psikologi sendiri ilmu yang mempelajari
kejiwaan yang dilihat dari tingkah laku manusia yang dilakukan. Sedangkan
diagnostik teknik untuk mempelajari kepribadian, bertujuan untuk menentukan
sifat-sifat yang mendasarinya khususnya sifat yang menentukan kecenderungan
seseorang pada pada penyakit mental (Chaplin, dalamKartini Kartono, 1999).
Psikodiagnostik dilatarbelakangi oleh kebutuhan klinis, yang
dipopulerkan oleh Hermann Rorschach.
Dalam mendiganosa seseorang individu, Hermann membuat sebuah tes yang dinamakan
"Test Rorschach". Test Rorschach adalah suatu tes yang berupa
bercak tinta, yang diteteskan pada kertas sehingga memunculkan bentuk gambar
yang simetris. Lalu subjek/individu yang di tes diminta untuk
mengiterpretasikan gambar tersebut. Beberapa
psikolog menggunakan test ini untuk memeriksa kepribadian seseorang.
Harapan yang bisa didapatkan dari psikodiagnostik sendiri ialah:
- Describe: menggambarkan suatu masalah.
- Explain: menyelesaikan suatu masalah dan sebab-sebab masalah itu sendiri
- Predict: memprediksi.
- Control: mengarahkan.
- Klinis: untuk memeriksa, meneliti potensi pada klien (fokusnya pada usaha mendeteksi gangguan psikis). Di rumah sakit & pusat2 kesehatan mental.
- Legal setting (hukum): membantu proses peradilan agar supaya permasalahan psikologis yang dialami klien bisa menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Di peradilan, LP, tempat2 rehabilitasi.
- Educational, vocational selection: pemilihan jurusan, rekruitmen, pemilihan pekerjaan.
- Research setting (penelitian): merupakan pengembangan termasuk up date alat2 penelitian. Di Perguruan Tinggi.
Tujuan Psikodiagnostik:
- Memperoleh informasi yang sebanyak-banyaknya; dalam aspek perkembangan intelektual, kepribadian, sosial, emosi. Dapat memahami kebutuhan individu secara optimal.
- Mengetahui kelemahan2, keunggulan2, agar kehidupannya dapat dimaksimalkan.
- Pemahaman terhadap individu merupakan sarana yang baik bagi keluarga untuk memberikan perlakuan yang tepat.
- untuk penempatan pendidikan dan pekerjaan secara tepat.
- Untuk kepentingan bimbingan konseling.
- Sebagai bahan proses terapi bila dibutuhkan.
Sasaran psikodiagnostik:
Menempatkan individu sesuai dengan potensi yang dimiliki baik dibidang pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari. Contoh: perusahaan A membutuhkan seseorang yang bisa memajukan perusahaan A. Maka dicarilah karyawan yang bertanggung jawab, jujur, disiplin, kreatif. Bukan karyawan yang pemalas, tidak disiplin dan tidak kreatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar