Observasi berasal dan bahasa Latin yang berarti ”melihat”
dan “memperhatikan”. Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan
secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan
antar aspek dalam fenomena tersebut. Observasi menjadi bagian dalam penelitian
berbagai disiplin ilmu, baik ilmu eksakta maupun ilmu-ilmu sosial, Observasi
dapat berlangsung dalam konteks laboratoriurn(experimental) maupun konteks
alamiah.
Ada pula tujuan dari Observasi itu sendiri, yakni:
- Mendeskripsikan seting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas dan makna kejadian yang dilihat dari perspektif mereka yang terlibat dalam kejadian yang diamati.
- Untuk keperluan assessment awal dilakukan di luar konseling, misalnya: ruang tunggu, kelas, halaman
- Sebagai dasar/titik awal dari kemajuan klien. Dari beberapa kali pertemuan psikolog akan mengetahui kemajuan klien.
- Bagi anak-anak, untuk mengetahui perkembangan anak-anak pada tahap tertentu
- Digunakan dalam memberi laporan pada orang tua, guru, dokter,dll
- Sebagai informasi status anak/ remaja di sekolah untuk keperluan bimbingan dan konseling
KELEBIHAN OBSERVASI
- Pengamat mempunyai kemungkinan untuk langsung mencatat hal-hal, perilaku pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut masih berlaku, atau sewaktu perilaku sedang terjadi sehingga pengamat tidak menggantungkan data-data dari ingatan seseorang.
- Pengamatan dapat memperoleh data dan subjek, baik dengan berkomunikasi verbal ataupun tidak, misalnya dalam melakukan penelitian. Sering subjek tidak mau berkomunikasi secara verbal dengan peneliti karena takut, tidak punya waktu atau enggan. Namun, hal ini dapat diatasi dengan adanya pengamatan (observasi) langsung.
KELEMAHAN OBSERVASI
- Memerlukan waktu yang relatif lama untuk memperoleh pengamatan langsung terhadap satu kejadian, misalnya adat penguburan suku Toraja dalam peristiwa ritual kematian, maka seorang peneliti harus menunggu adanya upacara adat tersebut.
- Pengamat biasanya tidak dapat melakukan terhadap suatu fenomena yang berlangsung lama, contohnya kita ingin mengamati fenomena perubahan suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern, akan sulit atau tidak mungkin dilakukan.
- Adanya kegiatan-kegiatan yang tidak mungkin diamati, misalnya kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya pribadi, seperti kita ingin mengetahui perilaku anak saat orang tua sedang bertengkar, kita tidak mungkin melakukan pengamatan langsung terhadap konflik keluarga tersebut karena kurang jelas.
http://walangkopo99.blogspot.com/2011/04/kelebihan-dan-kelemahan-observasi.html
http://mastarmudi.blogspot.com/2010/07/pengertian-observasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar