Minggu, 30 Maret 2014

Psikodiagnostik #5




Tes Kemampuan Mental 

Abad ke-19 merupakan masa kebangkitan minat pada pengobatan yang lebih manusiawi terhadap orang-orang gilandan mereka yang terbelakang mental. Sebelum itu orang-orang ini lazimnya diabaikan, dicemooh, bahkan disiksa. Dengan munculnya kepedulian akan perawatan yang lebih layak bagi orang-orang yang punya masalah mental, semakin disadari perlunya kriteria untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi kasus-kasus ini. Perlunya membedakan  antara orang gila(Insane) dan orang terbelakang mental(Mental Retarted). Orang gila menampilkan gangguan-gangguan emosi yang kadang kala  disertai oleh penurunan daya intelektual dari tingkat yang semula normal; orang terbelakang, mental pada dasarnya ditandai oleh adanya kerusakan intelektual sejak lahir atau semasa kecil.

James McKeen Cattell, psikologi Amerika, menduduki tempat penting dalam perkembangan tes psikologis. Dalam artikel yang ditulis pada tahun 1890, istilah “Tes Mental” digunakana untuk pertama kalinya dalam literature psikologi. Artikel ini memaparkan rangkaian tes yang diselenggarakan tiap tahun bagi para mahasiswa dalam upaya menentukan tingkat intelektual. Tes-tes ini, yang diselenggarakan secara individu, meliputi ukuran-ukuran kekuatan otot,  kecepatan gerakan, sensitivitas terhadap rasa sakit,  ketajaman penglihatan  dan pendengaran, pembedaan berat, waktu reaksi, ingatan, dan sebagainya. Rangkaian tes semacam itu diselenggarakan bagi anak-anak sekolah, mahasswa, dan berbagai orang dewasa.

Pada Columbian Exposition yang diadakan di Chicago pada tahun 1893, Jastrow membuka anjungan tempat pengunjung di undang untuk mengikuti tes sederhana atas prosesproses indriawi , motoric, dan persepsi serta untuk membandingkan keterampilan mereka dengan norma-norma yang ada(J. Peterson, 1926; Philippe, 1894).  Sejumlah rangkaian tes yang disusun oleh psikolog Amerika pada masa itu cenderung mencakup fungsi-fungsi yang agak komplek. Kraeplin (1895), yang sangat berminat pada pemeriksaan klinis atas pasien-pasien psikiatris, mempersiapkan serangkaian panjang tes-tes untuk mengukur apa yang dianggap sebagai factor-faktor dasar dalam pencirian individu. Tes-tes ini, yang Cuma memanfaatkan operasi-operasi aritmatika sederhana, dirancang untuk mengukur dampak latihan, memori, dan kerentanan terhadap kelelahan dan penurunan perhatian.

Tes Psikologi, Edisi ketujuh, Anne Anastasi, Susana Urbina.

1 komentar:

  1. beberapa contoh tes kemampuan mental; Inteligensi, Kemampuan Akademik(TPA), Neurocognitive skill(Alat Kognotif), Motor Skills(Respon terhadap obyek), dan Behavioral and Emotional Function. Selain itu tes kemampuan mental memiliki beberapa kriteria yang harus dipenuhi, ada seperti; standart yang harus dimiliki pada tes kemampuan mental dibeberapa tempat, bsa diuji kembali dengan batas ketentuan(perubahan waktu) Reliabilitas, dan yang terakhir mengukur apa yang di ukur sampel atau populasi(Validity).
    Inteligensi tidak berpengaruh pada keturunan yang memiliki inteligensi tinggi. dalam faktor keturunan, gen hanya menyumbangkan 20%, sisanya dari lingkungan yang paling berpengaruh.
    berikut ada beberapa tokoh yang berpengaruh bagi tes inteligensi/mental:
    Alfred Binet, Lewis Terman, William Stren, David Wechsler, Charles Spearman, Goddard

    BalasHapus